Tuesday, 26 November 2013

Berakhlak terhadap Allah

                                                         Berakhlak Terhadap Allah
             
            Sebagai seorang muslim yang baik memang diwajibkan berakhlak kepada Allah SWT karena Allah adalah Tuhan yang menciptakan segalanya dengan sangat sempurna, kita sebagai seorang manusia diciptakan atas kehendak-NYA, oleh karena itu alangkah baiknya kita berakhlak kepada sang Kholik sebagai rasa syukur kita.
             Disini saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai berakhlak terhadap Allah, pada tahun 2010 alhamdulillah dengan izin Allah, saya dan keluarga yang terdiri dari kedua orang tua saya dan ke dua adik juga nenek telah melaksanakan ibadah Umroh, ketika itu saya masih kelas 1 SMA, saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan melaksanakan ibadah Umroh yang artinya saya akan pergi ke Mekkah dan Madinah yaitu dua kota suci padahal saya belum memiliki apa-apa, tapi ketika saya bertanya pada ke dua orang tua saya ternyata jawaban mereka sangat mengejutkan dan membuat saya sangat terharu dan meneteskan air mata, bahwa alasan mereka memberangkatkan saya Umroh adalah karena ketika saya masih dalam kandungan, mama saya bernazar didepan ka’bah ketika melaksanakan ibadah Haji jika anak yang keluar dari rahim saya ini telah hafal qur’an 5 juz saya akan memberangkatkannya Umroh tetapi jika anak ini telah hafal qur’an sebanyak 30 juz saya akanmemberangkatkannya Haji. Subhanallah, dengan izin Allah akhirnya do’a mama terkabulkan, anak yang sedang dalam rahimnya saat itu adalah saya dan Alhamdulillah saya telah menyelesaikan hafalan qur’an sebanyak 5 juz oleh karena itu maka orang tua memberangkatkan saya ibadah Umroh sesuai dengan nazar mama. Akan tetapi dengan kemurahan Allah indahnya ibadah Umroh itu tidak hanya saya sendiri yang merasakan melainkan ke dua orang tua saya yakni mama dan papa serta ke dua adik saya begitu pula dengan nenek saya semuanya berangkat Umroh.
Sungguh itu adalah nikmat luar biasa yang Allah beri untuk saya, ketika itu saya dan keluarga langsung mempersiapkan segala keperluan untuk umroh mulai dari pakaian, uang, visa, kesehatan dan lain sebagainya. Ketika hari keberangkatan tiba semua sanak keluarga, tetangga, sahabat dan kerabat datang kerumah untuk mengantarkan kami menuju bandara melaksanakan ibadah Umroh, subhanallah segala doa dilantunkan untuk kami dengan sangat khidmat dan khusyuk, setelah segala rangakaian doa selesai kami menuju bandara dan sampai kami disana langsung naik pesawat Jakarta-Jeddah, sesampainya di Jeddah saya bahagia sekali karena semakin dekatlah pada kota suci.
          Perjalanan kami setelah dari Jeddah adalah kota Madinah Al-Munawwaroh, ketika sampai di Madinah saya terharu subhanallah inilah salah satu kota perjuangan Rasulullah. saya dan keluarga mengucap rasa syukur tiada henti. Kami langsung menuju Masjid Nabawi melaksanakan sholat, ketika di Masjid Nabawi saya terkagum kangum dengan bangunan yang megah dan indah, disana juga kami berziarah kubur dimakam Rasulullah. Dan memanjatkan do’a disalah satu tempat mustajabah di Raudoh, dekat makam Rasul. Setelah beberapa hari kami di Madinah dan mengunjungi tempat-tempat sejarah perjuangan Islam disana, lalu kami berangkat menuju kota Makkah Al-Mukarramah, setelah sampai disana kami langsung melaksanakan ibadah Umroh, dan berjalan menuju Masjid Al-Haram, ketika sampai dimasjidnya kami langsung melihat Ka’bah Baitulloh, subhanallah bergetar hati ini tak terasa air mata pun menetes bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah. Setelah itu kami langsung bergegas melaksanakan serangkaian ibadah Umroh yaitu Thawaf, Sa’i, dan Tahalul betapa nikmatnya melaksanakan ibadah Umroh tersebut lalu saya dan papa sholat sunnah di Hijir ismail dan berdoa disana juga di Multazam, semua orang berebut untuk dapat berdoa ditempat mustajab itu.
          Ka’bah tak pernah sepi dari orang-orang yang berthawaf, haji, Umroh atau berdoa. sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya, kami berdoa dekat ka’bah dengan khusyuk dan khidmat, saya menangis sejadi-jadinya memohon ampun pada Allah atas segala kesalahan dan memohon agar Allah meridhoi, merahmati dan memberkahi diri saya, keluarga, dan seluruh orang yang berbuat baik pada saya dan semoga segala hajat kami Allah kabulkan, serta agar kami sekeluarga dapat kembali lagi melaksanakan ibadah Haji dan Umroh memenuhi panggilan Allah. Aamiin ya Robbal alamiin.
Sungguh itu adalah perjalanan dan pengalaman yang sangat luar biasa menggugah hati, pikiran dan jiwa saya untuk senantiasa berakhlak kepada Allah dengan cara cinta kepada Allah, bersyukur pada Allah, berTaqwa pada Allah, berTawakkal, senantiasa mengingat Allah, berTaubat dengan-Nya, dan selalu membasahkan lisan ini untuk menyebut Asma Allah, memperbaiki diri, dan berusaha melakukan akhlak terpuji lainnya.
Kita sebagai manusia diciptakan untuk menyembah Allah SWT sesuai dengan Al-qur’an yang artinya : “tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-KU”. Menurut pendapat Quraish Shihab bahwa titik tolak akhlak pada Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji; demikian agung sifat itu, jangankan manusia malaikat pun tak mampu menjangkaunya. Sesorang yang berakhlak luhur adalah seseorang yang mampu berakhlak baik kepada Allah SWT dan sesamanya. Semoga kita semua adalah orang-orang berakhlak. 
                  
                                                                   -Nurul Fikri-

No comments:

Post a Comment