Tuesday, 26 November 2013

tiga bentuk muhasabah

بسم الله وبحمده....السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ا لحمد لله ربّ ا لعا لمين و به نستعين على امور الدّ نيا والدّين واّلصّلاة والسّلام على اشرف الانبياء والمرسلين . قال الله تعال فى القران الكريم وهو اصدق القائلين اعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم يا يّهاالّذين امنوااتّقوالله ولتنظر نفس مّا قدّمث لغت واتّقوالله انّ الله خبير بما تعملون. صدق الله العظيم. امّا بعد.                   
Yang kami hormati dan muliakan guru-guru kami yang dengan sabar selalu membimbing kami.
Serta rekan-rekan seperjuangan yang dimuliakan Allah SWT.
    Puja dan puji hanya kepada Allah yang telah menganugerahkan agama yang Haq, yaitu Al-islam kepada segenap mahluk didunia. Islam adalah agama dakwah yang mewajjibkan seluruh umatnya menyampaikan kebenaran kepada seluruh insan walaupun hanya satu ayat.
    Shalawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW atas segala syiar islam sebagai agama rahmatal lil alamiin  kepada seluruh mahlluk dialam semesta ini.
Para hadiriin hadirot rahimakumullah.
    Izinkanlah pada kesempatan kali ini, saya menyampaikan uraian singkat yang berjudul “ 3 bentuk muhasabah”.
    Perputaran waktu merupakan momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Sebab Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-hasyr ayat 18
 يا يّهاالّذين امنوااتّقوالله ولتنظر نفس ما قدّمث لغت واتّقوالله انّ الله خبير بما تعملون                                                                                                                     
Yang artinya :
    Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
          
        Ikhwan wal akhwat hafizokumullah
  
Muhasabah bisa kita lakukan dengan 3 bentuk.
1.    Muhasabah sebelum berbuat.
Artinya kita terlebih dahulu bertanya pada diri kita, apakah yang hendak kita lakukan itu, sesuai dengan ketentuan Allah dan RasulNya atau tidak ?? tapi bagi orang yang beriman dia akan selalu menyesuaikan diri dengan apa yang Allah kehendaki.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-Takwir ayat 29
وما تشائون الّا ان يشاء الله ربّ العا لمين                                                                            
Yang artinya :
    Dan kamu tidak dapat menghendaki atau menempuh jalan itu kecuali apabila di kehendaki Allah, tuhan semesta alam.
2.    Muhasabah saat melaksanakan sesuatu.
Dalam melaksanakan sesuatu kita harus selalu mengontrol diri kita agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya kita kerjakan dan bagaimana cara melaksanakannya. Karena hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan saat melaksanakan sesuatu atau kita menghentikannya sama sekali. 
3.    Muhasabah setelah melakukan sesuatu.
       Maksudnya agar kita dapat menemukan ksalahan-kesalahan yang kita lakuakan. Lalu menyesali dengan cara tobat dan tidak melakukannya lagi pada masa masa mendatang.
Dan oleh karena itu dari 3 uraian bentuk muhasabah tadi kita dapat mengintrospeksi diri kita agar apa yang kita lakukan didunia ini sesuai ketentuan Allah dan RasulNya.
          Oleh karena itu dalam momentum bulan suci ramadhan ini adalah saat yang paling tepat untuk muhasabah terhadap diri kita agar langkah kita selalu dalam rahmat dan ampunan kasih sayang Allah SWT dan kita terhindar dari api neraka. Aamiin.
          Demikianlah uraian singkat ini dapat bermanfaat bagi diri saya dan para jamaah sekalian. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kata yang kurang berkenan.
والله الموفّق والهدى الى سبيل الرّشاد 
ثمّ السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته                            

                                                                     -Nurul Fikri-

No comments:

Post a Comment